Dulu ada semboyan... "Bekerjalah dengak keras"
Semboyan itu sekarang harus ditimbang ulang, harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Sekarang semboyan yang tepat untuk mendampingi Bekerja keras adalah Bekerja Cerdas...
Dengan bekerja cerdas,,kerja keras yang kita lakukan akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
Okey,,,saya akan coba mengemukakan sebuah contoh.
Pak RR adalah seorang karyawan di perusahaan XX, dia adalah seorang pekerja keras. Beliau selalu disiplin, datang jam 7.30 dan pulang dari kantor jam 17.00. selama kurang lebih 8 jam beliau di depan komputer, Beliau juga harus mondar-mandir kantor-kantor kelurahan untuk melaporkan sesuatu.
Sedangkan Pak ZZ juga seorang karyawan di perusahaan BB, jabatan dan job desknya hampir sama dengan pak RR di perusahaan XX. Tapi Pak ZZ tidak full 8 jam di kantor. Pak ZZ bekerja di rumahnya, Beliau hanya jam-jam tertentu ke kantor untuk mengawasi kinerja para stafnya. (inspeksi mendadak gitu). dan Beliau menggunakan email untuk melapor ke kantor kecamatan.
Pak RR bekerja dengan keras, sedangkan Pak ZZ bekerja dengan cerdas.
Pekerjaan mereka sama2 terselesaikan, tapi Pak ZZ berhasil menghemat beberapa energi dan waktunya.
Juga saya pikir pak ZZ juga bisa bekerja sampingan kalau beliau mau bekerja lebih keras,dan lebih cerdas..
Intinya,,,kita sekarang harus bekerja dengan keras dan bekerja dengan cerdas...
:))
Semboyan itu sekarang harus ditimbang ulang, harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Sekarang semboyan yang tepat untuk mendampingi Bekerja keras adalah Bekerja Cerdas...
Dengan bekerja cerdas,,kerja keras yang kita lakukan akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
Okey,,,saya akan coba mengemukakan sebuah contoh.
Pak RR adalah seorang karyawan di perusahaan XX, dia adalah seorang pekerja keras. Beliau selalu disiplin, datang jam 7.30 dan pulang dari kantor jam 17.00. selama kurang lebih 8 jam beliau di depan komputer, Beliau juga harus mondar-mandir kantor-kantor kelurahan untuk melaporkan sesuatu.
Sedangkan Pak ZZ juga seorang karyawan di perusahaan BB, jabatan dan job desknya hampir sama dengan pak RR di perusahaan XX. Tapi Pak ZZ tidak full 8 jam di kantor. Pak ZZ bekerja di rumahnya, Beliau hanya jam-jam tertentu ke kantor untuk mengawasi kinerja para stafnya. (inspeksi mendadak gitu). dan Beliau menggunakan email untuk melapor ke kantor kecamatan.
Pak RR bekerja dengan keras, sedangkan Pak ZZ bekerja dengan cerdas.
Pekerjaan mereka sama2 terselesaikan, tapi Pak ZZ berhasil menghemat beberapa energi dan waktunya.
Juga saya pikir pak ZZ juga bisa bekerja sampingan kalau beliau mau bekerja lebih keras,dan lebih cerdas..
Intinya,,,kita sekarang harus bekerja dengan keras dan bekerja dengan cerdas...
:))